Duka yang melipir
Aulia M.I.
Lihatlah ia
Fakir dari lahir
yang matanya berair
Dan di bibir hanya ada syair
Dengarlah ia
Pengelana yang tak tentu tujuan akhir
Petualang amatir
Yang berlari hanya untuk menyingkirkan rasa getir
Dari rasa harapnya yang sebelumnya mangkir
Apabila hidup itu cangkir
Akankan penuh lebih indah daripada hampir?
wujudku utuh mungkin? Atau hanya sebagai satir?
Kepada diriku aku menyindir
Larut dalam pikir
Berujung hati khawatir
Akankah hilang rasa duka yang pernah mampir?
No comments:
Post a Comment