Selamat Datang di blognya abi harap di follow ya!!!!

Monday, September 28, 2015

Cerbung Teropong Bintang PART-21

Kehidupanku Tanpa Nino
Mawar POV
Sejak perpisahan SMA aku tidak pernah melihat Nino lagi. Aku disini disibukkan oleh kegiatanku yang segudang, jurnalistik, pengabdian masyarakat, pergi bermain dengan teman-teman semuanya aku lakoni. Itu pula yang menyebabkan aku memiliki banyak teman, yang menjadi penggganti Nino si brengsek itu. Ia tidak pernah sekalipun mengirim kabar kepadaku, melalui chatting maupun yang lainnya.
Temanku yang bilang Ia sekarang menjadi anak culun dan tidak pernah bergaul dengan teman sebayanya. Tetapi aku tak menyisakan sedikitpun rasa kasihan untuknya, semua habis ketika Ia memutuskan untuk meninggalkanku. Sampai sekarangpun aku masih tidak mengerti tentang tingkahnya yang aneh, dan juga berbagai kesalahannya yang ia tinggalkan begitu saja tak bertanggung jawab, apakah selama ini persahabatan kita tak berarti sedikitpun bagi Nino? Bukanlah sifatnya untuk melakukan sesuatu tanpa alasan. Selama ini keputusannya selalu didasarkan oleh logika dan rasionalitas.
“Eh Dony, Nurul, sini dong.” Sapaku kepada Nurul dan Dony yang kebetulan lewat di depan jurusanku. Kita bertiga sering sekali bertemu, karena memang kita belajar di kampus yang sama. Mereka selalu terlihat mesra berdua sedari pacaran di SMA.
Mereka masih terlihat sama seperti jaman SMA dulu, tidak ada yang berubah. Lucu melihatnya bahwa segalanya masih tetap sama, kecuali kehadiran Nino.
“Apaan War? Tumben mau ngomong sama kita, rakyat jelata. Mentang-mentang putri kampus.” Ejek Nurul sengit kepadaku, tetapi aku tahu dalam hatinya Ia senang berkesempatan berbincang denganku lagi.
“Haduh Rul, jangan gitu dong. Kalian kan sudah sohibku dari SMA. Boleh dong aku minta tolong. Yah, please…” Pinta Mawar.
“Yaelah ngomong ke kita kalo ada butuhnya aja. Yaudah deh cepetan bilang.” Ucap Dony tak sabaran.
“Kalian kan habis liburan berdua ke bandung(ehm..ehm..) kalian denger kabar-kabar nggak tentang Nino?” Tanya Mawar.
“Nino? Nino temen SMA dulu? Aku kira kalian berdua dulu pacaran, deket banget sih soalnya. Ealah ternyata cuman sahabatan. Kalian dulu sempet tengkar kan.” Kata Nurul yang membuka luka lama di hatiku.
“Kita ke bandung pernah kontak-kontak sih sama alumni SMA 1 yang ada disana. Katanya dia gak pernah ngampus, bolos terus gitu. Yaa gak terkenal kayak kamu juga, terus banyak yang bilang dia sering keluar-masuk rumah sakit. Mungkin kerja part-time kali disana.” Jelas Dony.
“Haha kerja part-time? Yang aku tahu Nino itu berasal dari keluarga serba berkecukupan, ya meski gak harmonis sih. Apalagi dia masuk ITB dibiayai beasiswa. Kayak gak mungkin deh dia kerja part-time.” Ucap Mawar heran.
“Ya mungkin dia mau have fun aja kali. Dia kan doyan banget ngurusin orang sakit.” Sanggah Dony kepadaku.

“Mungkin sih, Nino kan orangnya care banget.” Bisik Mawar dalam hati.

No comments:

Post a Comment