Mawar POV
Siapasih yang gak risih ketika
digodain cowok playboy? Aku heran kenapa cewek-cewek di sekolah ini otaknya
miring semua sehingga dapat terperangkap dengan mudahnya oleh bujuk rayu Faisal.
Dasar cewek-cewek murahan yang pikirannya duit aja! Dimana harga diri mereka
saat menghadapi cowok bajingan seperti Faisal.
Aku muak melihat hidupnya yang
tidak berguna sama sekali. Setiap hari Ia selalu berjalan kesana-kemari
menggoda cewek-cewek yang kebetulan sedang lewat di depan tempat dia biasanya
duduk nongkrong bersama teman-temannya yang tak kalah bajingannya.
Sangat berbeda dengan perangai dan perilaku
Nino yang meskipun hidupnya serba berkecukupan bahkan bisa dibilang termasuk
golongan orang yang kaya raya dikarenakan orangtuanya yang berkerja sebagai
pengusaha property, tetapi tidak pernah kulihat Nino hidup berlebihan. Sahabat
karibku dari lahir itu tidak pernah berperilaku boros dan selalu hidup
sederhana. Masih mau berteman dengan semua orang dan bahkan ke sekolah
mengendarai sepeda onthel.
Tidak pernah ada satu hari kulihat
Faisal belajar atau melakukan sesuatu yang berguna, ngaji kek, sholat kek, ikut
ekskul kek. Kerjaannya kalau siang menggoda gadis dan kalau malam pergi ke club
untuk berpesta. Pesta yang tentunya menghabiskan banyak uang. Mentang-mentang
bapaknya pengusaha tambang minyak kaya raya Ia jadi bertingkah semaunya,
padahal uang kan gak dibawa sampai mati, Huh. Anak seperti itu harus diberi
pelajaran untuk menyadarkannya.
Kupikir kejadian kemarin siang
ketika aku mempermalukannya di depan umum dengan menolak ajakannya mengantarku
pulang sudah cukup. Namun dugaanku salah.
Cowok kurang ajar itu semakin
menggodaku sejadi-jadinya. Hingga pernah suatu ketika Ia menterror nomor handphoneku
yang entah darimana Ia dapat dengan SMS dan telfon untuk segera menerima
cintanya dengan berbagai macam cara, yang ngirim puisi lah, yang ngirim cerita
cinta lah, yang sayang minta pulsa lah. Atau saat anjing itu mencoret-coret
semua buku pelajaran yang aku bawa hari itu dengan tulisan “I Love U”.
Puncaknya adalah ketika cowok
brengsek itu menuju rumahku dan menyatakan pada ibukku bahawa Ia sangat
mencintai aku. Ya reaksi ibuku juga begitu, hanya ketawa-ketiwi gak jelas,
katanya maklum anak baru gede. Ew! Itu sudah keterlaluan hingga aku pergi
keluar rumah untuk menahan malu.
Disitu aku melihat di kejauhan
sosok yang samar-samar tampak seperti Nino yang mengamatiku dari jendela
rumahnya. Namun pada detik berikutnya Ia hilang bagaikan ditelan bumi. Mungkin
hanya imajinasiku yang depressi akhir-akhir ini atau mataku yang sudah mulai
minus karena kebanyakan main game online setiap malam.
Aksi terror itu berlanjut sampai disitu.
Beberapa hari berikutnya Faisal bertingkah dengan sangat aneh: yaitu dengan
pura-pura tidak mengenalku. Ia bertingkah seperti itu tidak hanya di sekolah
namun juga di luar sekolah. Warga sekolah yang terkejut dengan perubahan sikap
Faisal yang biasannya menggodaku habis-habisan menganggap bahwa Faisal telah
menyerah untuk menaklukkan hati seorang Mawar. Hip-hip Hore!
Hmm..
meskipun demikian aku sangat yakin sepenuhnya bahwa terjadi sesuatu yang besar
sehingga dia berubah sikap sepenuhnya 180o. Namun demikian aku
bersyukur kepada Tuhan yang maha esa karena ternyata sang pengasih dan
penyayang telah menjadikan doaku selama ini menjadi kenyataan.

No comments:
Post a Comment