Selamat Datang di blognya abi harap di follow ya!!!!

Monday, September 28, 2015

Cerbung Teropong Bintang PART-10

Persiapan
3rd Person POV
Sebulan penuh telah berlalu. Sekarang, hari ini, tepatnya pada tanggal 1 September adalah waktu untuk agenda tahunan ekstrakulikuler Astronomi SMAN 1 Surabaya yaitu pengamatan fenomena langit malam di luar sekolah, dan yang pasti Nino yakin jika pengamatan bintang kali ini akan menjadi sangat spesial. Ya! Apalagi jika bukan karena kehadiran Mawar yang ikut serta dalam kegiatan ini bersama dengannya.
Jadwal keberangkatan mereka telah direncanakan ketika masih awal hari sekali yaitu ketika subuh sekitar jam setengah lima pagi untuk menghindari kemacetan. Maka dari itu sebelum ayam jago tetangga sempat berkokok Nino sudah terbangun dari tidurnya yang tidak nyenyak karena terlalu bersemangat untuk pengamatan bintang kali ini.
Sesaat setelah itu Ia menyambar teropong bintang pemberian Mawar yang sudah Ia letakkan di samping tempat tidur lalu membersihkannya berulang kali yang sebenarnya tidak terlalu perlu. Lalu aktivitas Nino berlanjut dengan sholat shubuh dan mandi pagi.
Segera setelah semuanya telah dipersiapkan termasuk baju ganti dan bekal-bekal untuk camping, Nino membereskan semuanya dan menuju rumah Mawar yang hanya berbeda jarak 5 rumah dari rumah Nino. Diapun kemudian sampai di samping rumah Mawar yang tidak berpagar karena langsung berbatasan dengan pekarangan yang luas.
Dari situ ia bisa melihat kamar cewek ceroboh itu dari jendela yang bahkan lupa ditutupnya. Sesuai pikiran Nino ketika melihat jendela kamar Mawar ternyata gadis pemalas itu masih tertidur dengan pulasnya, “Walah kalau masih tidur begini pasti kita bakal telat nanti.” Pikir Nino kacau karena ulah sahabatnya itu.
Terlihat di sebelah gadis yang berparas jelita itu ada telepon gengam. Jadi dengan tergesa, langsung Nino hubungi untuk membangunkannya. Telfonnya tidak diangkat berkali-kali karena Mawar mungkin tidak mendengar nada dering handphonenya. Bisa jadi ia tadi malam tertidur terlalu larut karena asyik bermain game online yang sudah menjadi kebiasaannya setiap hari sehingga terlambat bangun pagi. Namun penantiannya berakhir ketika akhirnya Mawar terbangun dan menjawab panggilan masuk dari Nino.
“Hei War ayo bangun. Kita harus buru-buru biar nanti gak telat buat pergi pengamatan bintang.” Kata Nino dengan tergesa-gesa.
“Ha? Kamu ngomongin apa sih? Kapan kita ada acara kayak begituan? Atau mungkin aku ini masih di dalam mimpi ya? Yaudah aku tidur lagi ya No, bye-bye” Jawab Mawar meracau tidak jelas. Haduh..kapan sih cewek ini jadi dewasa, pikir Nino.
“Mawar kamu sadar dong. Ini bukan mimpi! Ini kenyataan War dan kenyataan dapat berubah menjadi lebih buruk ketika Ramlan tahu kita telat dan menyiksa kita berdua.” Ancam Nino.
“Ya ampuuun iya. Bisa mati kita kalau disiksa cowok ganas itu. Sebentar No, tungguin aku ya.” Kata Mawar dengan panik lalu menutup telfon.

Mawar pun segera mempersiapkan sesuatu yang dibutuhkan dalam waktu 5 menit. Hal itu telah menjadi kemampuannya yang paling dapat diandalkan di saat seperti ini, yaitu dengan mempersiapkan segalanya dalam waktu yang singkat. Memang dewi terlambat yang satu itu sudah ahli dan sudah sering ketika menghadapi masalah seperti ini. Segera setelah itu Ia menemui Nino dan segera berangkat menuju sekolah bersama-sama.

No comments:

Post a Comment