Selamat Datang di blognya abi harap di follow ya!!!!

Monday, September 28, 2015

Cerbung Teropong Bintang PART-6


Masalah Faisal
3rd Person POV
Kehidupan tidak selalu indah bak sinetron dan buku dongeng bagi Nino dan Mawar. Terdapat banyak rintangan yang harus mereka hadapi dengan pengorbanan dan kerja sama mereka. Tetapi mereka bersyukur memiliki satu sama lain. Di saat hidup mulai memainkan mereka, selalu ada tempat untuk mencurahkan segala rasa dan juga menenangkan hati yang bergejolak. Seakan menaungi mereka dari panasnya permasalahan hidup dengan sebuah payung teduh yang dinamai kata persahabatan.
Diceritakan di suatu waktu di SMAN 1 Surabaya terdapat seorang remaja. Sosok yang tampan, sehingga membuat semua mata gadis ingin berlama-lama memandangnya. Sosok yang karismatik, lengkap dengan kulit putih mulus dan postur badan yang ideal yang sangat cocok sebagai model iklan televisi seandainya dilirik sutradara dan produsen. Ia seakan-akan menjadi magnet bagi seluruh gadis di sekitarnya. Belum lagi dompet tebal yang kian menambah pesonanya.
Sudah menjadi kebiasaan bagi Faisal untuk menghabiskan waktu untuk menaklukkan hati wanita. Prinsipnya: “Tak ada mobil terlalu mahal dikendarai, tak ada uang yang terlalu banyak dinikmati, tak ada pula hati yang terlalu sulit dimilikki. Kesetiaan itu pasti dapat dibeli asal dompet selalu terisi.”
Hanya Mawar, gadis sederhana namun perfect di semua bidang itu yang berani-beraninya menolak cintanya. Ia menjadi seperti duri di dalam daging, ketika seorang Faisal yang menjadi penakluk para gadis, (bahkan ada rumor meskipun laki-laki namun jikalau ditaklukkan hatinya oleh Faisal maka Ia rela menjadi gay) Mawar menjadi satu-satunya gadis yang tidak terpengaruh sama sekali dengan pesona Faisal. Mau ditaruh mana harga diri Faisal ketika penakluk hati wanita nomer wahid di sekolah itu tidak dapat memilikki hati seorang gadis ceroboh yang bahkan satu kelas selama dua tahun dengannya. Ia dan Mawar hanya berjarak beberapa meja namun tangannya bagai tak sampai untuk meraih cintanya.
Pernah di suatu ketika dalam upayanya meraih hati seorang Mawar Ia mencoba untuk mengantarnya pulang. Dengan bermodal mobil Fortunernya yang baru dibeli bulan lalu, Ia mendekati Mawar yang sedang menunggu jemputan, berdiri sendiri di pinggir trotoar.
“Din, din..” bunyi klakson mobil Faisal. Lalu Dia menurunkan kaca samping dan berkata, “Hai War! Sendirian aja nih? Pulang bareng yuk. Jok mobilku yang besar terasa sepi kalau hanya diisi aku sendiri. Lagian rumahmu di deket-deket sini kan?” kata Faisal menawarkan dengan halus bak salesman sambil membukakan pintu samping depan untuk penumpang. Sebenarnya tekniknya sudah cukup untuk membuat siapa saja jatuh hati, mulai dari mobil hitamnya yang mengkilap, sampai skill senyum manis penakluk hati yang sudah level tinggi. Namun sayangnya cewek bermental baja itu menolak ajakan tersebut mentah-mentah.
“Hih males banget tau gak sih. Mau sampai kapan ngejar-ngejar aku terus. Mending aku naik ojek aja yang wajahnya pas-pasan tapi gak licik kayak kamu.” Ucap Mawar risih.
“Sayang jangan gitu dong, kita kan temen sekelas. Jadi wajar dong kalau aku nganterin kamu. Lagian apasih kekuranganku? Coba sebutin satu aja. Kok kamu segitu bencinya sama aku.” Kata Faisal mencoba membalikkan keadaan.
“Kekurangan kamu cuman satu, yaitu gak punya kelebihan. Yaiyalah aku benci, orang kamu sukanya godain aku terus-terusan. Seharusnya kamu itu malu sama diri kamu sendiri.” Ujar Mawar lalu membanting pintu mobil yang sudah dibukakan Faisal sekeras yang Ia bisa.
Tak pelak kejadian yang dilihat semua orang disitu menjadi awal mula kehancuran segala reputasi baik Si Faisal Penakluk Wanita. Dimulai dari perbincangan kecil sampai seluruh sekolah tahu bahwa Faisal telah dicampakkan sepenuh hati oleh Mawar.

Mulai saat itu Faisal berjanji akan melakukan segala cara yang mungkin untuk menaklukkan hati Mawar. Meskipun jalan satu-satunya adalah dengan kekerasan dan juga aksi terror.

No comments:

Post a Comment